Global Darussalam Academy GDA

Save Soil Campaign: GDA Gandeng Aktivis Jerman untuk Peduli Krisis Degradasi Tanah

Save Soil Campaign: GDA Gandeng Aktivis Jerman untuk Peduli Krisis Degradasi Tanah

SMA Global Darussalam Academy (GDA) bersama SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) kembali menunjukkan komitmen dalam membangun generasi berwawasan global dan berkarakter peduli lingkungan melalui kampanye bertajuk Save Soil Campaign. Kegiatan ini menghadirkan aktivis lingkungan internasional asal Jerman, Konstantin Zulske, yang dikenal melalui ekspedisi bersepeda lintas benua sejauh 15.000 km dari Eropa hingga Asia sebagai bentuk kampanye nyata menjaga kesehatan tanah.

Mengapa Menyelamatkan Tanah Penting

Dalam paparannya, Konstantin menekankan bahwa tanah adalah penyimpan karbon terbesar setelah lautan. “Tanah menyimpan karbon tiga kali lebih banyak daripada atmosfer, dan dua kali lebih banyak daripada gabungan seluruh tanaman dan pohon di dunia,” ujarnya. Data ilmuwan PBB menunjukkan bahwa 52% tanah di planet ini telah terdegradasi, dan angka ini bisa mencapai 90% dalam 25 tahun ke depan jika tidak ada tindakan nyata.

Kolaborasi Global dan Lokal

Founder GDA, Romahurmuziy, menegaskan bahwa gerakan menjaga tanah bukan sekadar kampanye lingkungan, tetapi juga kepedulian terhadap masa depan umat manusia. “Setiap siswa di GDA memiliki pohon yang mereka rawat selama tiga tahun sekolah di sini, sebagai bentuk implementasi bakti kepada bumi,” jelasnya.

Kolaborasi dengan KTB memperkuat sinergi pendidikan dan kepolisian dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga peduli terhadap isu global seperti degradasi tanah.

Pengalaman Belajar Nyata untuk Siswa

Melalui kampanye ini, siswa GDA diajak memahami bahwa keberlangsungan hidup bergantung pada kesehatan tanah sebagai sumber utama ekosistem. Aktivitas seperti penanaman bibit pohon di lingkungan sekolah menjadi pengalaman langsung yang menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat global.

Kegiatan Save Soil Campaign mendukung profil pembelajar IB dengan menumbuhkan sikap Caring terhadap lingkungan, Principled dalam mengambil keputusan beretika, serta Reflective dalam mengevaluasi dampak tindakan. Siswa juga mengembangkan keterampilan ATL:

  • Research Skills melalui pemahaman data ilmiah tentang degradasi tanah.
  • Communication Skills saat berdiskusi dengan aktivis internasional.
  • Social Skills melalui kerja sama dalam aksi penanaman pohon.

GDA percaya bahwa pendidikan holistik adalah kunci melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan global, dan peduli keberlanjutan bumi. Save Soil Campaign menjadi bukti nyata bahwa siswa GDA tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menjaga alam untuk generasi mendatang.

 

Sumber: https://rri.co.id/yogyakarta/regional/2333713/gda-gandeng-aktivis-jerman-kampanyekan-peduli-krisis-degradasi-tanah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *